News Update :
Showing posts with label Kemahasiswaan. Show all posts
Showing posts with label Kemahasiswaan. Show all posts

Apa Tindakan Kita Dalam Hal Krisis Energi Ini?

Published by : Unknown on Thursday, February 20, 2014 | 2:21 PM

Thursday, February 20, 2014

Oleh Averroes F Piliang
Merujuk pada berita yang dikeluarkan oleh harian Waspada tertanggal 20 Februari 2014 pada hari kamis di halaman A2 dan A3, sepertinya perlu disikapi oleh kalangan akademisi terutama kalangan universitas. Tertera judul “Gubsu: silahkan masyarakat marah pada PLN” dan “PLN tidak serius tangani listrik gedung DPRD Medan”. Dimanakah letak keseriusan itu?

Kondisi energi listrik di kawasan Sumatera Utara menjadi topik hangat perbincangan di kalangan masyarakat sekarang. Fenomena yang terjadi adalah terjadinya pemadaman listrik secara bergilir yang secara tidak langsung meningkatkan tingkat kebakaran yang terjadi di kota Medan. Hal ini tentunya menjadi problematika permasalahan di setiap aspek sosial. Terutama dalam hal produktivitas secara ekonomi dan pendidikan.

Sumatera Utara memiliki kondisi kelistrikan defisit, yaitu sekitar 200 MW yang bersumber dari Lot 3 Belawan dan Labuhan Angin yang masing-masing melepas energi sebesar 100 MW.  Dan ditambah lagi kondisi ini diperparah oleh adanya sebuah masalah hukum dalam hal perbaikan PLTGU belawan unit 1 dan unit 2. Yang menariknya adalah, dari hal ini permasalahan ketidakseriusan PLN dalam menangani kondisi energi listrik ini dipandang sebelah mata oleh pihak pemerintahan dan akademisi (terutama kalangan universitas) dengan tidak adanya solusi yang sifatnya teknis. Di satu pandangan hanya sebatas memperbaiki power plant dari 2 sumber energi tersebut, hal lain mencari energi alternatif berupa mikrohidro. Tetapi, dari kedua hal tersebut kendala mengakibatkan tidak optimal.

Medan, yang merupakan ibu kota dari provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang secara ilmiah dekat dengan garis equator. Maka, sudah sepantasnya salah satu energi alternatif dari permasalahan krisis energi ini adalah dengan mengambil solusi berupa tindakan mengoptimalkan sumber energi listrik yang berasal dari tenaga surya. Kondisi ini sebenarnya telah dilakukan oleh Pemprov Sumut melalui penambahan solar cell/ tenaga surya pada lampu jalan yang ada disekitaran jalan Ir. H. Juanda. Akhirnya, krisis listrik dapat diselesaikan dengan adanya hal tersebut.

Namun, yang terjadi, kondisi krisis listrik ini tidak dioptimalkan oleh Pemprov Sumut dan kalangan akademisi. Menanggapi serius berita yang dilampirkan oleh Waspada, sudah seharusnya Pemprov Sumut dan Pemprov Medan mengambil tindakan berupa pengadaan sumber energi tenaga matahari haruslah dilakukan instalasi pada properti umum seperti gedung-gedung kesehatan, gedung-gedung pemerintahan dan gedung-gedung perkulihan. Instalasi ini akan mengurangi pemakaian energi listrik yang bersumber dari power plant yang berasal dari pembangkit listrik yang ada di Sumut.

Terkait dengan solusi ini, perlu tindakan kalangan akademisi melalui pihak universitas yang berada di Sumut mewacanakan hal ini. USU dan Unimed merupakan institusi yang berperan dalam hal mewacanakan hal ini. Tentunya, dengan adanya tindak lanjut yang didukung oleh Pemprov Sumut dan Pemprov Medan tidak akan mengalami kendala yang besar dalam proses instalasi ini.

Melihat kondisi ini, tentunya kendala kalangan akademisi dalam hal krisis energi akan terobati. Sehingga produktivitas dari segi ekonomi dan pendidikan tidak akan mengalami kendala yang besar. Kalaupun kendala besar dapat diatasi secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara pihak PLN selaku BUMN dengan Universitas selaku lembaga pendidikan yang berkoordinasi melalui pihak Pemprov Sumut.

Jika 1 properti umum memerlukan biaya 650 KV perharinya sesuai kebutuhan, dan setiap energi ini dapat diminimalisir melalui proses tenaga surya, maka jika ada 10 properti umum dalam satu daerah dapat terpenuhi, maka PLN dan Pemerintah mampu menghemat sebesar 6,5 MV perharinya dalam satu daerah. Maka kalimat “seluruh penghuni gedung dewan itu terus kegerahan dalam menjalankan aktivitas akibat kurangnya daya listrik” dapat terselesaikan. Dan optimalisasi dalam tindakan preparasi, reparasi, preventif dan ekonomi dapat terselesaikan. Dan permasalahan krisis listrik terhadap masyarakat Sumut dapat terselesaikan tanpa memikirkan Genset dan BBM yang diperlukan dalam meningkatkan produktivitas.

Sekian tulisan saya ini saya tulis, tujuannya adalah meningkatkan fungsi kita sebagai kalangan universitas dalam menjawab tantangan dan permasalahan sosial yang ada di provinsi Sumatera Utara bukan untuk menjelek-jelekkan pihak tertentu. Sehingga, universitas memiliki peran yang besar dalam hal memecahkan permasahalan yang terjadi.
comments | | Read More...

Takutnya Pengakulturasian, Eksistensinya Kebudayaan

Published by : Unknown on Monday, December 9, 2013 | 2:30 AM

Monday, December 9, 2013

Oleh Siti Rayani Simatupang

Masyarakat luas zaman sekarang sudah menjadi konsumtif terbesar dalam dunia teknologi informasi. Contohnya dalam penggunaan telepon genggam, internet dan televisi. Kejadian ini  didukung oleh kebutuhan masyarakat dalam membangun komunitas yang baik. Kehadiran teknologi-teknologi yang canggih, seakan-akan mampu menggantikan posisi kemampuan otak manusia dalam keseharian hidup manusia untuk beraktivitas dan bersosialisasi. Beragam kemudahan dalam memanjakan sipengguna teknologi. Teknologi mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah bahkan murah tanpa memakan banyak waktu. Sifat instant kehidupan sekarang berdampak positifkah atau cenderung negatif bagi peradaban manusia? 

Masyarakat umum sekarang dapat mengakses informasi-informasi dengan mudah. Segudang informasi dapat disajikan secara praktis dengan kehadiran internet. Dan menjadikan Indonesia mampu meningkatkan mutu pendidikan dan menduduki taraf yang sama dengan negara maju. Contohnya saja, metode pembelajaran menggunakan e-learning. Menurut (Harley, 2001) E-learning merupakan suatu jenis proses belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Dengan kecanggihan teknologi sekarang ini, informasi-informasi dunia dengan gampang dapat diketahui.

Tak dapat dipungkiri bahwa arus deras informasi dan kecanggihannya menyelimuti dunia ini justru memberi perubahan signifikan pada masyarakat disekitarnya. Contohnya saja perkembangan teknologi informasi yang sedemikian rupa berkembang pesat, membawa pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Dulu, Indonesia terkenal dengan budaya ramah tamahnya dan hidup bergotong royong sesama masyarakat sekitarnya. Tetapi masyarakat sekarang cenderung bersifat individualistik. Masyarakat zaman sekarang lebih semangat memperhatikan perkembangan yang terjadi dalam dunia maya dibandingkan di dalam keluarganya. Contohnya saja, lebih memilih menyendiri di kamar dengan gadget pribadinya dibandingkan dengan menonton televisi bersama keluarga. Sudah banyaknya orang berurusan dengan telepon pintar. Semua orang pasti berhubungan dengan media internet, akun facebook, twitter, wechat dan jenis-jenis media sosial lainnya. Kejadian ini sekarang sudah menjadi budaya/tradisi khalayak jaman sekarang.

Kemunculan internet mampu membuat orang dengan mudah melakukan hubungan/komunikasi dengan orang-orang di seluruh penjuru dunia, ataupun informasi-informasi yang bersifat mendunia, dan membawa pengaruh besar dalam perubahan bagi generasi bangsa. Contohnya saja dalam hal lifestyle, gaya hidup masyarakat sekarang cenderung mengadopsi dari negara asing. Lebih condong mengikuti arus fashion luar negeri. Beragam barang-barang luar negeri membajiri pasar tanah air kita. Posisi bergaya ala Indonesia mulai tergeser akibat kehadiran budaya luar negeri. Masuknya budaya barat tanpa ada penyaringan seiring dengan keberhasilan perkembangan teknologi informasi di era globalisasi ini, dapat dikatakan berupa ancaman perubahan bagi nilai-nilai sosial dan budaya timur Indonesia.

Dengan keadaan ini, rasa cinta, rasa memiliki, nasionalisme cenderung menurun. Yang seharusnya kebudayaan sendiri yang menjadi cerminan jati diri bangsa. Hal yang paling ditakutkan, terjadinya akulturasi yang berkembang menjadi kebudayaan sendiri. 
comments (1) | | Read More...

Pragmatisme Mahasiswa akan Perkembangan Zaman

Published by : Unknown on Sunday, December 1, 2013 | 12:30 AM

Sunday, December 1, 2013

Oleh Siti Rayani Simatupang
Diketahui menurut informasi yang ada Pragmatisme merupakan sifat atau ciri seseorang yang cenderung berfikir praktis, sempit dan cepat. Orang-orang yang mempunyai sifat pragmatis ini menginginkan segala sesuatu yang dikerjakan atau yang diharapkan segera tercapai tanpa mau berfikir panjang dan tanpa melalui proses yang lama. Sehingga kadang kala hasilnya meleset dari tujuan awal. Tidak lagi berpikir kebutuhan akan nikmatnya menjalankan proses, tetapi membayang-bayangkan hasil yang maksimal didepan mata.

Sering kali sifat ini identik dengan orang yang kurang sabar dan ambisius terhadap impiannya. Orang yang  ambisius ini selalu melakukan sesuatu atau melakukan perubahan secara cepat. Sehingga tidak heran kalau orang seperti ini mempunyai keinginan yang keras dan tidak mau dikalahkan oleh orang lain. Tapi, sifat ambisius ini cenderung ke hal yang negatif, mereka melakukan segala macam cara untuk mencapai keinginannya.

Salah satu contoh kecil pragmatisme mahasiswa yang  terjadi adalah ketidakjujuran akademik. Permasalahan ini merupakan permasalahan yang sangat simpel yang terjadi dalam dunia pendidikan. Contohnya saat menempuh ujian, banyak sekali mahasiswa yang berlaku curang dalam dalam ujian seperti membuat contekan-contekan, mereka menulis ringkasan pelajaran dalam kertas-kertas kecil.

Didukung dengan kecanggihan tekhnologi yang berkembang pesat pada saat ini,  mahasiswa dengan mudahnya mengakses segala macam informasi yang mereka inginkan dari internet. Cukup menggunakan sebuah telepon seluler yang disertai dengan kecanggihan dalam mengakses informasi. Sehingga mereka dengan mudahnya mendapatkan jawaban yang diinginkan tanpa perlu lagi mempelajari pelajaran yang diujikan. Hal itu mereka lakukan untuk mendapatkan nilai semaksimal mungkin, didalam otak yang terngiang minimal tidak nilai D itu sudah melebihi dari cukup.

Dengan berpikir segala sesuatu didunia ini bsa praktis kenapa harus repot-repot. Kepraktisan inilah  yang menghambat pemikiran mahasiswa untuk mengeksplorasi pemikirannya. Sehingga mereka tidak lagi berpikiran  secara kritis ketika  menghadapi sebuah masalah. Tidak ada pembenaran dalam dunia pendidikan, kenyataan yang ada hal ini sudah mengakar dalam diri mahasiswa.

Kenyataannya, pengawasan dosen ketika ujian seakan tidak cukup mengamati lipatan-lipatan kertas yang sengaja di buat oleh mahasiswa untuk meraih nilai maksimal.  Meng-copy sumber-sumber dari buku maupun internet merupakan hal yang sudah biasa dilakukan mahasiswa sekarang ini. Sehingga hal tersebut dapat mengurangi sifat kritik dari pemikiran mahasiswa dalam mengeksplorasi masalah yang terjadi.

Kondisi mahasiswa yang jauh dari etika akademik ini tidak bias dilepaskan dari factor eksternal tuntutan indeks prestasi tinggi. Pengukuran hasil belajar secara  kuantitatif tetap menarik untuk diperdebatkan. Mahasiswa mengikuti perkuliahan hanya untuk mengejar nilai minimal tidak D, bahkan mengumpulkan tugas-tugas kuliah asal tepat waktu. Tidak dibantah dan mahasiswa berfikir sama bahwa dosen tidak mungkin memeriksa keseluruhan tugas mahasiswa, akibat kesibukannya yang padat. Mahasiswa memang mendapatkan nilai untuk tidak mengulang di semester depan, tetapi terdapat kemungkinan menihilkan proses ilmiah, seperti membaca literatur, mengakses informasi dan memahami materi kuliah secara komprehensif.

Fenomena pragmatisme mahasiswa ini, akhirnya justru membuka peluang bagi tumbuhnya jasa penyusunan skripsi. Mendapatkan  rupiah melalui lahan ini cukup prospektif sambil terus meninabobokan budaya instan mahasiswa. Diperlukan tindakan tegas untuk memperkarakan secara hukum tukang jasa skripsi agar kredibilitas Perguruan Tinggi dalam mencetak  lulusan tetap terjaga. Mahasiswa yang menguasai konsep dan pengetahuan secara luas dan mendalam terkait  program studinya serta memiliki akuntabilitas untuk menampilkan cara kerja profesional di ranah publik.
comments (2) | | Read More...
 
Tentang Dunia Insan Kamil | Hubungi Kami | Disclaimer
| Copyright © 2013. Dunia Insan Kamil . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger