News Update :
Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Problematika Yang Disebabkan Oleh Fluktuasi Harga BBM

Published by : Unknown on Tuesday, April 14, 2015 | 2:17 AM

Tuesday, April 14, 2015

Oleh Averroes F Piliang

Sesungguhnya selama tiga bulan terakhir, kebijakan tentang bahan bakar minyak sehingga terjadinya fluktuasi harga minyak disebabkan begitu banyaknya problematika yang muncul. Ada yang mengatakan hal tersebut disebabkan oleh tidak stabilnya harga minyak dunia. Tetapi, ada pula yang memunculkan hal ini disebabkan karena masyarakat di republik ini masih berkecimpung pada tingginya pola konsumsi.

Berdasarkan pertimbangan itu, maka para bapak pembangun bangsa mengambil langkah drastis yang efektif. Pertimbangan tersebut akhirnya menarik sebuah pemikiran dan menuliskannya dalam sebuah kebijakan mendasar. Ya, kesimpulan tersebut tertulis pada UUD 45 tentang "Bumi, air dan kekayaan mineral yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat". Logika sederhana yang dapat ditinjau dari pernyataan tersebut agar segala hal yang berhubungan dengan ketiganya adalah milik Negara sehingga tidak terjadi pola monopoli. Sebuah pola yang bersesuaian dengan pasar bebas.

Menariknya, sebelum statement tersebut ditulis secara khusus, generalisasi lebih sederhana dilakukan oleh para pemikir bangsa ini. Dengan jelas tertulis bahwa "cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara". Dengan melakukan perbandingan antara dua pernyataan tersebut menunjukkan sebuah sistem terpusat sehingga sifat kontrol Negara tetap terjaga. Ini juga sekaligus menunjukkan sebuah pernyataan bahwa pemerintahan republik ini memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul haruslah didasarkan atas kesejahteraan umum. Seperti yang sesuai pada pembukaan UUD 45.

Namun, di lain hal, dua hal tersebut mengindikasikan bahwa ada sebuah kekuatan yang besar di wilayah yang bernama Indonesia ini. Tentunya, sifat Negara selaku pemegang penuh sumber daya alam memberikan posisi tawar yang tinggi. Sehingga tak heran bila pandangan tentang terpusatnya kekuasaan mengakibatkan pola sentralisme akan selalu muncul. Sementara itu, kondisi gegorafis rakyat Indonesia yang tersebar luas menyebabkan sulitnya proses setiap pengambilan keputusan dan kebijakan karena haruslah berorientasi pada kesejahteraan/ kemakmuran rakyat. Maka dari itu pula, mandat penuh diberikan kepada pemerintah.

Agaknya perlu dicermati tentang kedua pernyataan tersebut sehingga proses pengambilan kebijakan haruslah melihat realita yang sifatnya general. Apabila mengambil pandangan keilmuan, yaitu teknologi, ketersediaan minyak bumi dunia sudah menipis sehingga sudah wajarlah apabila barang yang langka dan permintaan banyak, harga pun melambugn. Persoalan ini lah yang menjadi tolak ukur mereka (red-Bapak Bangsa) agar tidak terjadi sebuah kesenjangan sosial. Sebuah keadaan yang didasari atas pola pasar bebas. Hal ini menurut mereka harus dihindari agar kesejahteraan umum dapat dicapai.

Pernyataan kausalitas tersebut akhirnya dirumuskan dalam sebuah generalisasi kesimpulan. Untuk mencapai kesejahteraan umum maka dipandang perlu untuk mengambil kebijakan berupa "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan". Kata "Azas Kekeluargaan" ini lah yang menguatkan sekaligus menjawab persoalan tentang inidikasi monopoli pasar dan Negara. Oleh karena itu, sudah hal yang wajar bila ada argumen mengenai mengurus Negara beda halnya dengan mengurus warung. Negara boleh rugi asalkan rakyatnya sejahtera, bukanlah berorientasi pada banyaknya profit yang dihasilkan oleh Negara.

Dengan adanya beberapa pernyataan di atas yang disebutkan konsep tujuan Negara dapat dicapai. Sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat adalah hal yang suatu hal didasari atas azas kekeluargaan. Oleh karena itu, persoalan yang dihadapi bukanlah mengenai untung-ruginya Negara sehingga pembangunan tersendat melainkan hilangnya azas kekeluargaan bangsa. "Jika memang persoalan untung-rugi yang ingin dicapai, mengapa cabang-cabang produksi yang berhubungan atas hidup orang banyak (seperti transportasi dan kekayaan laut) tidak optimal dikuasai oleh Negara?", kata si Penyambung Lidah Rakyat.
comments (1) | | Read More...

Hukum dan Legalisme, Dalam Sebuah Pernyataan Ilmiah

Published by : Unknown on Sunday, November 9, 2014 | 4:45 AM

Sunday, November 9, 2014

Oleh Averroes F Piliang

Kehidupan bermasyarakat menuntut para pelakunya untuk beraktivitas sesuai dengan sistem yang berlaku. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan suatu komunitas yang berisi kedamaian. Oleh karena itu, para pelaku haruslah bertindak sesuai dengan aturan-aturan yang ada sehingga kemakmuran, kedamaian, ketertiban dan cita-cita bersama tercapai dan dapat dirasakan bersama.

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang sifatnya plural (beragam). Sifat keanekaragaman di dalam masyarakat menunjukkan hal yang alami untuk suatu kesatuan (unity). Seperti halnya kehidupan alam yang terdiri dari golongan Plantae dan Animalia pada tingkatan yang paling tinggi, mereka dalam tingkatan khusus memiliki perbedaan namun masih dalam kesatuan yang disebut dengan alam atau nature. Setiap makhluk yang hidup di alam merupakan sebuah rantai panjang yang saling berhubungan. Di dalam ilmu pengetahuan kita mengenal sebutan rantai makanan, seleksi alam dan evolusi. Semuanya itu merupakan bentuk interaksi antar makhluk hidup yang tinggal dan beraktivitas di alam, tetapi ada sebuah aturan yang berlaku pada dunia Plantae dan Animalia tersebut, yaitu peran yang sesuai dengan karakternya. Kedamaian alam yang dapat dirasakan hari ini, tak lepas karena semua telah mengikuti aturan universal tersebut.

Dunia manusia sangat jauh berbeda dengan alam yang dibicarakan sebelumnya. Dunia manusia terdiri dari kategori yang sama namun dalam aktivitasnya sangat jauh berbeda. Sejarah manusia menyatakan begitu banyak kedamaian yang telah terbentuk akhirnya runtuh dan rusak dikarenakan perbedaan yang terjadi. Diawali oleh Mo Tze, seorang filsuf di masa Cina kuno yang memimpikan kedamaian universal untuk mengakhiri ketidakadilan seperti kemiskinan dan peperangan yang disebabkan oleh otoritas yang berkuasa. Ideologinya menentang kepatuhan buta dan monoton terhadap adat dan kekuasaan serta buah pikirannya yang berjudul “Melawan Takdir”, setidaknya selama seribu tahun masih dikenal. Yaitu sebuah konsep pengujian dalam doktrin/kebijakan kehidupan dengan mempertanyakan doktrin/ kebijakan tersebut apakah dapat diterima oleh masyarakat, bagaimana melaksanakannya, dan dapatkah bermanfaat bagi masyarakat. Tiga dasar pengujian ini menjadi tolak ukur masyarakat modern sekarang untuk mencapai kedamaian yang menjadi cita-cita bersama dan menjadi apa yang dikenal dengan Hukum.

Kehidupan manusia yang dibicarakan memiliki kompleksitas, sehingga dalam mencapai tujuannya diperlukan sebuah kesatuan. Agar tercipta kesatuan tersebut, sistem haruslah mengikat dan bersifat universal sehingga diperlukan langkah-langkah drastis untuk mencapainya. Salah satu orang yang melakukannya adalah Qin Shing Huang, seorang kaisar yang menguasai seluruh daerah dan mengubahnya menjadi suatu bangsa dan dikenal dengan negara China. Langkah drastis yang dilakukannya adalah membuat sebuah standar atau aturan baku yang berlaku di seluruh daerah seperti standar jalan, panjang, mata uang tunggal, dan di seluruh daerah tersebut terjadi penyeragaman pada setiap aspek yang akhirnya terbentuklah sebuah penyeragaman Hukum. Hal tersebut juga termasuk mengatur pemikiran-pemikiran yang muncul di setiap manusia. Maka, lakukanlah sesuai hukum yang berlaku atau anda akan menerima sanksi yang berlaku. Pemikiran seperti inilah yang disebut dengan “Legalisme” yang dikenal sebagai suatu pemahaman dalam sistem hukum. Sebuah pemikiran yang sangat mengharamkan kemerdekaan berpikir termasuk kebebasan berpendapat atau bahkan mengkritisi pihak-pihak yang berkuasa. Dengan demikian akan lahir sistem perbudakan masyarakat yang mengakibatkan kedamaian menjadi suatu hal yang mustahil terjadi.

Hukum dan legalisme yang dibicarakan di awal bukanlah sebuah bentuk perlawanan terhadap kedamaian yang selama ini dimimpikan. Persoalan yang nyata terjadi adalah pelaksanaan hukum yang berlaku menyimpang sehingga terbentuk paham aliran legalisme yang menjadi tolak ukur. Telah kita ketahui bahwa hukum terbentuk dikarenakan adanya suatu cita-cita untuk mencapai kedamaian universal. Sebuah keadaan dimana nilai-nilai kebenaran dijunjung tinggi. Oleh karena itu, kebenaran haruslah dicapai bukan dengan langkah drastis seperti legalisme melainkan dengan cara kemerdekaan berpikir. Sebuah keadaan dimana setiap orang memiliki kebebasan berpikir dalam mengungkapkan setiap hal yang berlawanan dengan kebenaran. Setiap pendapat yang diberikan haruslah diterima dengan sikap yang ilmiah sehingga setiap pertimbangan didasari atas bermanfaatnya sebuah kebijakan yang dilaksanakan, untuk itu dibutuhkan sebuah konsep ilmiah dalam mencapainya.

Ilmu pengetahuan membutuhkan kemerdekaan berpikir untuk berkembang. Dengan demikian proses saling bertukar pemikiran akan terbentuk dan sikap saling menghargai serta toleransi antar manusia menjadi tolak ukur. Pemikiran seperti ini tidak akan terjadi apabila setiap institusi pendidikan bergantung pada kebijakan penguasa. Berkembangnya ilmu pengetahuan bergantung pada keberanian manusia-manusia yang berada di dalamnya untuk saling bertukar pikiran tanpa dibatasi oleh pihak yang berkuasa.

Mengutip pernyataan Ibnu Al-Khaitam, “Mencari kebenaran itu sangatlah sulit dan jalan untuk menemukan kebenaran sangatlah terjal. Sebagai pencari kebenaran, sebaiknya anda tidak hanya melandasi pemikiran anda pada tulisan-tulisan dari parah ahli zaman dulu ataupun kepercayaan anda terhadap tulisan-tulisan orang terdahulu. Anda harus menguji tulisan-tulisan itu dengan kritis dari setiap sisi. Anda harus menyimpulkan berdasarkan argumen dan percobaan dan bukan karena ucapan orang lain. Setiap manusia sangat rentan pada semua jenis ketidaksempurnaan. Sebagai pencari kebenaran kita harus juga mempertanyakan dan menguji ide-ide kita sendiri dalam setiap percobaan untuk menghindari kesalahan kesimpulan dan pemikiran yang ceroboh. Tempuhlah cara ini, dan kebenaran akan muncul di hadapan anda.”

Referensi: Cosmos Spacetime Odyssey "Hiding in the light"
comments | | Read More...

Teori Evolusi Darwin, "Sebuah Asal Usul Manusia Yang Terbantahkan"

Published by : Unknown on Monday, April 28, 2014 | 8:57 PM

Monday, April 28, 2014

Oleh Ardi Yusman

Disadur dari beberapa sumber

Charles Darwin seorang biologist mengajukan teori evolusi manusia dalam pernyataannya yaitu  manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama. Hal tersebut terungkap dalam buku Charles Darwin yang berjudul The Descent of Man, yang dipublikasi pada tahun 1871. Sampai saat ini, para pengikut Teori Evolusi Darwin telah mencoba untuk mendukung pernyataannya. Tetapi, meskipun berbagai penelitian telah dilakukan, pernyataan mengenai “evolusi manusia” tidak adanya dukungan ilmiah yang berdasarkan penelitian dan penemuan yang nyata dalam bentuk fosil.

Sumber gambar mrpetsblogs.blogspot.com
Kebanyakan masyarakat biasa tidak menyadari kenyataan ini, dan berfikir bahwa teori yang dikemukakan oleh Darwin mengenai evolusi manusia didukung oleh banyak bukti yang kuat dan ilmiah. Salah satu penyebab adanya pendapat yang keliru ini adalah bahwa pesoalan ini sering dibahas dalam media serta proses pendidikan dihadirkan sebagai fakta yang terbukti ilmiah. Namun, para ahli dalam masalah ini menyadari bahwa tidak ada landasan ilmiah bagi pernyataan Darwin tentang teori evolusi manusia. David Pilbeam, ahli paleoanthropology dari Harvard University, mengatakan “Jika anda mengundang seorang ilmuwan dari bidang ilmu yang lain dan menunjukkan padanya sedikitnya bukti yang kita miliki ia tentu akan mengatakan”, “Lupakan saja; itu tidak cukup untuk diteruskan!”.
Tiada petunjuk ilmiah bagi pernyataan bahwa manusia berevolusi. Yang diajukan sebagai “bukti” tidak lebih dari ulasan sepihak atas sedikit fosil.
Dan William Fix, seorang penulis sebuah buku penting dalam bidang paleoanthropology berkomentar “Seperti yang telah kita lihat, ada banyak ilmuwan dan orang-orang populer saat ini yang memiliki nyali untuk mengatakan bahwa tidak ada keraguan tentang bagaimana manusia berasal. Tentunya, andai saja mereka memiliki bukti…

Pernyataan evolusi ini, yang “miskin akan bukti” yang secara ilmiah tidak masuk akal, memulai dengan adanya pohon kekerabatan manusia yang serumpun dengan kelompok kera dinyatakan dengan bentuk satu genus tersendiri, yaitu Australopithecus. Sehingga, menurut pernyataan ini, Australophitecus secara bertahap, diawali dengan kemampuan untuk berjalan tegak dan membesarnya kapasitas volume otak, ia melewati serangkaian proses perubahan dalam jangka waktu yang lama atau evolusi hingga mencapai tahapan manusia sekarang (Homo Sapiens). Tetapi, fakta fosil tidak mendukung scenario dari teori ini, meskipun ilmu pengetahuan menyatakan bahwa semua bentuk peralihan itu ada, tetapi antara manusia dan kera tidak dapat dilalui dengan menggunakan jejak fosil saja. Ernst Mayr, salah satu pendukung utama teori evolusi abad 20, berpendapat dalam bukunya One Long Argument bahwa “khususnya (teka-teki) bersejarah seperti asal usul kehidupan atau Homo Sapiens, adalah sangat sulit dan bahkan mungkin tidak pernah menerima penjelasan akhir yang memuaskan”.

comments (1) | | Read More...

Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda

Published by : Unknown on Tuesday, January 28, 2014 | 5:08 PM

Tuesday, January 28, 2014

Oleh Averroes F Piliang

Individu yang ada dalam masyarakat kampus akan berkembang membentuk kelompok-kelompok. Kelompok tersebut akan menghasilkan sebuah tatanan masyarakat kampus yang memiliki dinamika tersendiri di tempat mereka berproses. Problematika yang terjadi karena ini adalah terbentuknya sebuah tatanan intellectual community yang bersifat kompetisi dan bersaing (terlepas sehat atau tidak) sehingga menimbulkan sebuah sistem peringkat.

Masyarakat kampus di masing-masing tingkat itu akan menunjukkan sebuah diferensiasi sosial yang sama, yang telah dikembangkannya, dicapai atau ditirunya dari peristiwa yang ada sebagai tindak lanjut penyelesaian secara integrative yang sebanding. Realitanya adalah tujuan yang berbeda memberikan sebuah dampak berupa lack of understanding dan lack of united. Dinamika seperti ini membuat pemahaman mengenai satu tujuan dalam bendera organisasi akan berefek fatal dalam proses kedepannya.

A. Dalam konstitusi Himpunan, bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (red-PTKP) memiliki garis-garis besar yang nantinya akan memiliki kinerja yang sifatnya sistematis dan terarah. Program kerja yang nantinya akan diinpretasikan dalam proyeksi kerja seharusnya menghasilkan beberapa tujuan yang pasti, yang sifatnya tidak conditional dan terbatas. Program kerja tersebut berupa:

B. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan partisipasi aktif, korektif dan konstruktif dari seluruh anggota dan alumni HMI di lingkungan cabang dalam rangka mewujudkan kehidupakn kampus yang demokratis selaras dengan kebijaksanaan secara nasional.

C. Mengusahakan agar para anggota dan alumni HMI di lingkungan HMI ikut serta secara aktif meningkatkan fungsi dan peranan perguruan tinggi di tengah kehidupan bermasyarakat.

D. Melakukan kegiatan yang mendorong anggota dan alumni HMI di lingkungan cabang untuk meningkatkan kehidupan beragama dikampus antara lain dengan :
    • Memprakarasi kegiatan-kegiatan agama (Islam) di lingkungan kampus
    • Meningkatkan efektivitas kehidupan masjid kampus dikampus
    • Melakukan diskusi-diskusi untuk meningkatkan konsep Islam tentang berbagai segi kehidupan masyarakat
E. Menyelenggarakan diskusi, symposium dan sebagainya yang berkenaan dengan pengkajian terhadap penyempurnaan sistem pendidikan umum dan sistem pendidikan tinggi khususnya di tingkat cabang

F. Melaksanakan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menunjang partisipasi anggota dan alumni HMI di lingkungan cabang dalam mewujudkan kehidupan kampus umumnya dan dunia kemahasiswaan khususnya

Integrasi dari kelima program kerja yang tertuang dalam konstitusi Himpunan berupa terbentuknya Insan Kamil. Orang-orang yang dijuluki man of future dan man of inovator. Seperti yang pada essay saya mengenai problematika HMI di Cabang Medan adalah tidak adanya Intellectual Community, yaitu komunitas intelektual. Hal ini disebabkan karena kader-kader himpunan tidak memiliki ideologi.

Pemahaman ideologi itu yang saya rujuk pada bidang PTKP ini adalah falsafah dan paradigm berpikir seorang MAHASISWA dan PEMUDA. Falsafah melahirkan Ideologi, Ideologi melahirkan Paradigma berpikir. Tentunya PTKP cabang harus mampu mengakomodir mengenai Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan dalam rangka Indonesia yang bernafaskan Islam. Budaya dalam membentuk Intellectual Community saat ini berubah menjadi budaya perdebatan yang tak tentu arah. Oleh karena itu, seharusnya dalam bidang PTKP harus mampu menjadi fasilitator dalam rangka mewujudkan Intellectual Community, ya Komunitas Madani.

Asumsi ini sekiranya dapat dikatakan benar dengan melihat karakter budaya di masyarakat berkembang terutama di Indonesia. Ketika terjadi perubahan sosio-kultural terjadi di suatu tatanan masyarakat, seharusnya bangsa Indonesia menjadi masyarakat yang memiliki karakter yang memiliki ciri khas yang baik karena didukung oleh faktor agama tersebut. Justru dengan adanya agama, sebenarnya manusia dalam menghadapi tantangan kehidupan tidaklah berdiri sendiri, karena bersamaan ada pegangan dan tuntunan hidup. Dan siapa saja yang mengikuti dan mengaktualitaskan petunjuk dan tuntunan hidup itu dalam dirinya, niscaya ia tidak pernah kahwatir dan bersedih hati (QS 2:38).

Terjadinya konflik-konflik tersebut berawal dari disorganisasi sosial yang mengkerucut kepada pendidikan dalam pembentukan karakter manusia yang dididik menjadi monoton. Problematika pendidikan di Indonesia salah satu faktor yang sangat besar mempengaruhinya adalah melakukan pendekatan aspek psikologis. Banyak kaum intelektual muda Indonesia mendapatkan pengajaran yang baik tetapi tidak menerapkan apa yang telah dipelajarinya ke masyarakat sosial. Walaupun dalam hal ini masih terkandung akibat adanya normalisasi kehidupan kampus dan badan koordinasi kampus, tidak mematahkan semangat kaum intelek muda dalam menyelesaikan konflik sosial. Apa bentuk kongkret seharusnya bidang PTKP? Berikut antara lain:
  • Metode memberikan pengetahuan (informasi) yang baru. Kita berusaha untuk menghilangkan pandangan-pandangan yang sempit, memperluas pengetahuan dari masyarakat yang terbatas dengan cara yang menarik seperti diskusi panel antara orang-orang yang ahli, peninjauan ke suatu tempat, mendirikan perpustakaan rakyat juga merupakan saluran-saluran untuk pengetahuan yang baru. Tentunya hal ini dilakukan untuk mendapatkan pendidikan diluar pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi.
  • Metode mengadakan diskusi-diskusi dalam kelompok kecil. Kegiatan ini pada umumnya dilaksanakan oleh generasi muda Indonesia hanya sebatas di waktu sekolah. Mereka takut untuk melaksanakan diskusi di luar jam sekolah. Perlu adanya guru-guru atau mahasiswa maupun masyarakat untuk melakukan diskusi-diskusi kecil ini sehingga karakter bangsa Indonesia menjadi kuat.
  • Metode mengadakan kegiatan-kegiatan dalam kelompok kecil. Diskusi tanpa implementasi hanya menjelaskan impian-impian belaka, maka dalam hal ini akan timbul yang dinamakan dengan stagnasi. Peran organisasi terutama HMI sebagai organisasi mahasiswa harus memberikan daya gerak materi maupun non-materi kepada mahasiswa, siswa ataupun masyarakat disekitarnya sebagai rangka pendidikan alternatif dalam membangun karakter bangsa. 
  • Menciptakan wadah baru. Misalnya seperti koperasi, kredit union, organisasi wanita, organisasi muda mudi, dengan mempergunakan metode kelompok kerja. Kelompok kerja merupakan inti dari dinamika masyarakat.


comments | | Read More...

Takutnya Pengakulturasian, Eksistensinya Kebudayaan

Published by : Unknown on Monday, December 9, 2013 | 2:30 AM

Monday, December 9, 2013

Oleh Siti Rayani Simatupang

Masyarakat luas zaman sekarang sudah menjadi konsumtif terbesar dalam dunia teknologi informasi. Contohnya dalam penggunaan telepon genggam, internet dan televisi. Kejadian ini  didukung oleh kebutuhan masyarakat dalam membangun komunitas yang baik. Kehadiran teknologi-teknologi yang canggih, seakan-akan mampu menggantikan posisi kemampuan otak manusia dalam keseharian hidup manusia untuk beraktivitas dan bersosialisasi. Beragam kemudahan dalam memanjakan sipengguna teknologi. Teknologi mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah bahkan murah tanpa memakan banyak waktu. Sifat instant kehidupan sekarang berdampak positifkah atau cenderung negatif bagi peradaban manusia? 

Masyarakat umum sekarang dapat mengakses informasi-informasi dengan mudah. Segudang informasi dapat disajikan secara praktis dengan kehadiran internet. Dan menjadikan Indonesia mampu meningkatkan mutu pendidikan dan menduduki taraf yang sama dengan negara maju. Contohnya saja, metode pembelajaran menggunakan e-learning. Menurut (Harley, 2001) E-learning merupakan suatu jenis proses belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Dengan kecanggihan teknologi sekarang ini, informasi-informasi dunia dengan gampang dapat diketahui.

Tak dapat dipungkiri bahwa arus deras informasi dan kecanggihannya menyelimuti dunia ini justru memberi perubahan signifikan pada masyarakat disekitarnya. Contohnya saja perkembangan teknologi informasi yang sedemikian rupa berkembang pesat, membawa pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Dulu, Indonesia terkenal dengan budaya ramah tamahnya dan hidup bergotong royong sesama masyarakat sekitarnya. Tetapi masyarakat sekarang cenderung bersifat individualistik. Masyarakat zaman sekarang lebih semangat memperhatikan perkembangan yang terjadi dalam dunia maya dibandingkan di dalam keluarganya. Contohnya saja, lebih memilih menyendiri di kamar dengan gadget pribadinya dibandingkan dengan menonton televisi bersama keluarga. Sudah banyaknya orang berurusan dengan telepon pintar. Semua orang pasti berhubungan dengan media internet, akun facebook, twitter, wechat dan jenis-jenis media sosial lainnya. Kejadian ini sekarang sudah menjadi budaya/tradisi khalayak jaman sekarang.

Kemunculan internet mampu membuat orang dengan mudah melakukan hubungan/komunikasi dengan orang-orang di seluruh penjuru dunia, ataupun informasi-informasi yang bersifat mendunia, dan membawa pengaruh besar dalam perubahan bagi generasi bangsa. Contohnya saja dalam hal lifestyle, gaya hidup masyarakat sekarang cenderung mengadopsi dari negara asing. Lebih condong mengikuti arus fashion luar negeri. Beragam barang-barang luar negeri membajiri pasar tanah air kita. Posisi bergaya ala Indonesia mulai tergeser akibat kehadiran budaya luar negeri. Masuknya budaya barat tanpa ada penyaringan seiring dengan keberhasilan perkembangan teknologi informasi di era globalisasi ini, dapat dikatakan berupa ancaman perubahan bagi nilai-nilai sosial dan budaya timur Indonesia.

Dengan keadaan ini, rasa cinta, rasa memiliki, nasionalisme cenderung menurun. Yang seharusnya kebudayaan sendiri yang menjadi cerminan jati diri bangsa. Hal yang paling ditakutkan, terjadinya akulturasi yang berkembang menjadi kebudayaan sendiri. 
comments (1) | | Read More...
 
Tentang Dunia Insan Kamil | Hubungi Kami | Disclaimer
| Copyright © 2013. Dunia Insan Kamil . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger